Selasa, 5 April 2011

Sunat Menyegerakan Solat 'Asar dan keutamaannya

     
     Beberapa Hadis Nabi s.a.w.(Sahih Muslim) berkenaan dengan kepentingan menyegerakan Solat 'Asar ...


     Dari Anas bin Malik r.a. katanya: "Rasulullah s.a.w. solat 'asar, sedang matahari masih tinggi dan udara masih panas. Kemudian ada seorang pergi ke puncak yang tinggi, sampai dia di sana matahari masih tinggi.
     Dari Al 'ala' bin 'Abdur Rahman r.a., katanya dia bertemu dengan Anas bin Malik di rumah Anas di Basrah, setelah selesai solat zohor. Rumah Anas berada di sebelah masjid. Ketika kami masuk ke rumahnya dia bertanya: "Sudah solat 'asar kah kamu?" Jawab kami ,"Baru saja sebentar ini kami selesai solat zohor." berkata Anas:" kerjakan lah solat 'Asar." Lalu kami pun solat, sesudah selesai solat, lalu dia berkata, katanya: " Aku mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: " Yang demikian itu solat orang munafik, ditunggu-tunggunya matahari berada di antara dua tanduk syaitan, barulah dia solat empat raka'at dengan tergesa-gesa tanpa mengingati Allah dalam solat nya melainkan sedikit sekali."
     Dari Abu Umamah bin Sahal katanya: "Kami solat zohor berjema'ah bersama-sama dengan 'Umar bin 'Abdul 'Aziz. Setelah selesai solat kami kami pergi ke rumah Anas bin Malik, kami dapati dia sedang solat 'Asar, aku bertanya, "Paman baru selesai solat apa?" Jawabnya, "Solat 'Asar, beginilah solat Rasulullah s.a.w. yang sentiasa kami lakukan bersama-sama dengan beliau ( iaitu pada awal waktu )."
     Dari Anas bin Malik r.a. katanya: "Kami solat "Asar bersama-sama dengan Rasulullah s.a.w.. Setelah selesai solat, tiba-tiba datang seorang lelaki Bani salimah, lalu dia berkata, "Ya Rasulullah ! kami hendak menyembelih unta, kami berharap semoga anda sudi menghadirinya." Jawab Rasulullah, "baiklah. !" lalu beliau pergi dan kami pun pergi bersama-sama beliau, kami dapati unta itu belum dipotong, setelah disembelih, lalu dipotong-potong , dimasak sebahagiannya dan kami sempat makan sebelum matahari terbenam."

     Dari Ibnu 'Umar r.a. katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Orang yang ketinggalan solat 'Asar sama halnya kehilangan keluarga dan harta bendanya."


     Dari 'Ali r.a. katanya: " Ketika terjadi perang Ahzab, Rasulullah s.a.w. bersabda: "Allah memenuhi kubur dan rumah mereka (orang-orang kafir Quraisy) dengan api, kerana mereka menghalangi kami solat 'Asar sampai matahari terbenam."

     Semua Hadis-hadis diatas adalah petikan dari Kitab Hadis Sahih Muslim ,semoga dengan perkongsian ilmu ini dapat mendatangkan manfaat dan kebaikkan untuk kita semua ...amin


Isnin, 4 April 2011

Mari Sejenak Berbicara Tentang Zodiak

gambar hiasan
Ramalan Anda minggu ini:
Zodiak: Aquarius
Pekerjaan: Mulai menjalankan pekerjaan yang tertunda.
Asmara: Patah semangat dan jenuh.
Keuangan: Rezeki yang diperoleh ternyata tidak sebanding dengan usaha yang anda lakukan.
Saudara seislam ku yang semoga dicintai oleh Allah, tulisan di atas sama sekali bukan bermaksud untuk menjadikan ruangan ini sebagai ruangan ramalan bintang, akan tetapi tulisan di atas merupakan kutipan dari sebuah website yang berisi tentang ramalan-ramalan nasib seseorang berdasarkan zodiak. Ya, ramalan zodiak atau yang biasa dikenal dengan ramalan bintang sudah menjadi “gaya hidup” modern anak muda sekarang. Terlebih khusus lagi bagi para pemudi (bahkan muslimah). Namun, alangkah baiknya apabila kita meninjau ramalan bintang ini berdasarkan syariat islam.

Ramalan Bintang Termasuk Ilmu Nujum/Perbintangan
Zodiak adalah tanda bintang seseorang yang didasarkan pada posisi matahari terhadap rasi bintang ketika orang tersebut dilahirkan. Zodiak yang dikenal sebagai lambang astrologi terdiri dari 12 rasi bintang (Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius dan Pisces). Zodiak ini biasa digunakan sebagai ramalan nasib seseorang, yaitu suatu ramalan yang didasarkan pada kedudukan benda-benda tata surya di dalam zodiak (disarikan dari website Wikipedia). Dalam islam, zodiak termasuk ke dalam ilmu nujum/Perbintangan.
Ramalan Bintang Adalah Sihir
Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam bersabda: “Siapa yang mempelajari ilmu nujum berarti ia telah mempelajari cabang dari ilmu sihir, apabila bertambah ilmu nujumnya maka bertambah pulalah ilmu sihirnya.” (HR Ahmad dengan sanad hasan). Hadits ini dengan jelas dan tegas menyatakan bahwa ilmu nujum (yang termasuk dalam hal ini adalah ramalan bintang) merupakan bagian dari sihir. Bahkan Rasulullah menyatakan bahwa apabila ilmu nujumnya itu bertambah, maka hal ini berarti bertambah pula ilmu sihir yang dipelajari orang tersebut. Sedangkan hukum sihir itu sendiri adalah haram dan termasuk kekafiran, sebagaimana Allah berfirman yang artinya: “Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir).” (Qs. Al Baqarah: 102)
Ramalan Bintang = Mengetahui Hal yang Gaib
Seseorang yang mempercayai ramalan bintang, secara langsung maupun tidak langsung menyatakan bahwa ada zat selain Allah yang mengetahui perkara gaib. Padahal Allah telah menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa tidak ada yang mengetahui perkara yang gaib kecuali Dia. Allah berfirman yang artinya: “Katakanlah: Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah.” (Qs. An Naml: 65). Dalam ayat lain, Allah menegaskan bahwa tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui apa yang akan terjadi besok, sebagaimana firmanNya yang artinya “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari Kiamat; dan Dia-lah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana Dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Qs. Luqman: 34). Klaim bahwa ada yang mengetahui ilmu gaib selain Allah adalah kekafiran yang mengeluarkan dari islam.
Ramalan Bintang = Ramalan Dukun
Setiap orang yang menyatakan bahwa ia mengetahui hal yang gaib, maka pada hakikatnya ia adalah dukun. Baik dia itu tukang ramal, paranormal, ahli nujum dan lain-lain. (Mutiara Faidah Kitab Tauhid, Ust Abu Isa Hafizhohullah) Oleh karena itu, ramalan yang didapatkan melalui zodiak sama saja dengan ramalan dukun. Hukum membaca ramalan bintang disamakan dengan hukum mendatangi dukun. (Kesimpulan dari penjelasan Syeikh Shalih bin Abdul Aziz Alu syaikh dalam kitab At-Tamhid).
Hukum Membaca Ramalan Bintang
Orang yang membaca ramalan bintang/zodiak baik itu di majalah, di akhbar, website, melihat di TV ataupun mendengarnya di radio memiliki rincian hukum seperti hukum orang yang mendatangi dukun, yaitu sebagai berikut:
Jika ia membaca zodiak, meskipun ia tidak membenarkan ramalan tersebut. maka hukumnya adalah haram, sholatnya tidak diterima selama 40 hari. Dalilnya adalah“Barangsiapa yang mendatangi peramal, lalu menanyakan kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima shalatnya selama 40 hari.” (HR. Muslim)
Jika ia membaca zodiak kemudian membenarkan ramalan zodiak tersebut, maka ia telah kufur terhadap ajaran Muhammad Shallahu alaihi wasallam. Rasulullah bersabda “Barang siapa yang mendatangi tukang ramal atau dukun, lalu mempercayai apa yang diucapkannya, maka ia telah kufur dengan wahyu yang diturunkan kepada Muhammad Shallahu alaihi wasallam.” (Hadits sahih Riwayat Imam Ahmad dan Hakim).
Jika ia membaca zodiak dengan tujuan untuk dibantah, dijelaskan dan diingkari tentang kesyirikannya, maka hukumnya terkadang dituntut bahkan wajib. (disarikan dari kitabTamhid karya Syeikh Shalih bin Abdul Aziz Alu syaikh dan Qaulul Mufid karya Syeikh Utsaimin dengan sedikit perubahan).
Shio, Fengshui, dan Kartu Tarot
Di zaman modern sekarang ini tidak hanya zodiak yang digunakan sebagai sarana untuk meramal nasib. Seiring dengan berkembangnya zaman, ramalan-ramalan nasib dalam bentuk lain yang berasal dari luar pun mulai masuk ke dalam Indonesia. Di antara ramalan-ramalan modern impor lainnya yang berkembang dan marak di Indonesia adalah Shio, Fengshui (keduanya berasal dari Cina) dan kartu Tarot (yang berasal dari Italia dan masih sangat populer di Eropa). Kesemua hal ini hukumnya sama dengan ramalan zodiak.
Nasib Baik dan Nasib Buruk
Saudara seislam ku yang semoga dicintai oleh Allah, jika saudara  renungkan, maka sesungguhnya orang-orang yang mencari tahu ramalan nasib mereka, tidak lain dan tidak bukan dikarenakan mereka menginginkan nasib yang baik dan terhindar dari nasib yang buruk. Akan tetapi, satu hal yang perlu kita cam dan yakinkan di dalam hati-hati kita, bahwa segala hal yang baik dan buruk telah Allah takdirkan 50 ribu tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi, sebagaimana Nabi bersabda “Allah telah menuliskan takdir seluruh makhluk 50 ribu tahun sebelum menciptakan langit dan bumi.” (HR. Muslim). Hanya Allah yang tahu nasib kita. Yang dapat kita lakukan adalah berusaha sebaik mungkin untuk mendapatkan hal yang baik dan terhindar dari hal yang buruk, selebihnya kita serahkan semua hanya kepada Allah. Allah berfirman yang artinya “Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (Qs. Ath Thalaq: 3). Terakhir, ingatlah, bahwa semua yang Allah tentukan bagi kita adalah baik meskipun di mata kita hal tersebut adalah buruk. Allah berfirman yang artinya “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Qs. Al-Baqarah: 216). Berbaik sangkalah kepada Allah bahwa apabila kita mendapatkan suatu hal yang buruk, maka pasti ada kebaikan dan hikmah di balik itu semua. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih dan Maha Adil terhadap hamba-hambaNya.



Sabtu, 2 April 2011

Kelebihan Zikir (mengingati Allah)


     Abu Musa r.a. memberitakan bahawa Baginda Rasulullah s.a.w. bersabda : " Jika sekiranya orang yang mempunyai wang yang banyak lalu membahagi-bahagikan (kerana Allah) dan seorang lagi sedang sibuk berzikir , maka yang berzikir itu lebih utama (dari orang yang membelanjakan wangnya kepada jalan Allah."
     Sungguhpun membelanjakan harta pada jalan Allah adalah satu amalan yang terafdhal sekali namun zikrullah itu lebih utama lagi jika dibandingkan dengannya.
     Alangkah berbahagianya para hartawan yang membelanjakan harta kekayaannya pada jalan Allah s.w.t. dan disamping itu mendapat taufik pula untuk mengingati Allah s.w.t. Didalam sebuah hadis telah diberitakan bahawa Allah s.w.t. juga mensedekahkan (nikmat-nikmatNya) kepada hamba-hambaNya pada setiap hari dan mengurniakan sesuatu pada mereka menurut keadaan mereka itu. Namun begitu tidak ada kurniaan yang lebih besar daripada taufik untuk berzikir.
     Orang-orang yang sibuk dengan perniagaan, perdagangan, pertanian dan dengan pekerjaan masing-masing jika mereka melapangkan masa sedikit sebanyak maka sudah pasti mereka akan memperolehi keuntungan yang tidak terkira banyaknya. Melapangkan masa beberapa jam daripada 24 jam untuk menyelenggarakan amalan yang terpenting ini tidaklah menyukarkan. Masa yang tidak terbatas banyaknya yang dipergunakan untuk perbuatan yang sia-sia telah menjadi perkara lumrah. Jika dilapangkan masa sedikit untuk amalan yang terutama ini tidaklah memberatkan.
     Dilaporkan dalan sebuah hadis bahawa Baginda Rasulullah s.a.w. bersabda: " Sebaik-baik hamba Allah ialah yang sentiasa mengawasi peredaran bulan, matahari , bintang-bintang dan bayangan-bayangannya buat menentukan waktu untuk berzikir." Sungguhpun manusia dewasa ini menggunakan jam, taqwim dan lain-lainnya namun peredaran masa menerusi peredaran bulan dan matahari itu lebih manfaat. Jika sekiranya jam rosak atau waktunya tidak tepat maka boleh menggunakan taqwim syamsi tadi agar masa yang amat berharga itu jangan tersia-sia. Dalam sebuah hadis ada disebutkan bahawa jika seseorang yang berzikrullah dimana-mana bahagian dipermukaan bumi ini maka bahagian itu berbangga keatas tujuh petala bumi.





Apabila Kamu Menghadapi Kesusahan, Bermohonlah kepada Yang Maha Pemurah

  
      Apabila semua jalan terasa buntu oleh kamu , maka fikirkan lah janji Allah yang termaktub dalam Surah Al-Insyirah.
    Ibnu Al-Jauzi mengatakan: "Suatu urusan menghimpit ku sehingga membuat ku cemas dan gelisah berpanjangan. Aku terus berfikir mencari jalan penyelesaian dari kecelaruan itu dan melakukan bermacam-macam cara dan usaha. Tetapi aku tidak menemui satu penyelesaian pun untuk keluar daripadanya, hingga aku menemui sepotong ayat yang menawarkan kepada ku, ayat itu berbunyi :

Maksudnya: "Barangsiapa bertakwa kepada Allah, nescaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya."
( Surah at-Thalaq, ayat 2 )

     Setelah itu aku sedar bahawa ketakwaan adalah satu-satunya jalan keluar dari kebingungan. Itulah sebabnya aku berusaha meningkatkan ketakwaan ku, maka aku pun menemui jalan keluarnya.
     Menurut pendapat ku, takwa menurut orang-orang yang berakal merupakan penyebab segala kebaikkan. Tidaklah sesekali terjadi seksaan, melainkan kerana dosa, dan tidak sesekali seksaan dihilangkan, melainkan kerana taubat. Kekeruhan, kesedihan dan kesengsaraan adalah merupakan balasan dari pelbagai perbuatan yang telah aku lakukan, seperti mengerjakan solat sambil lewa, mengumpat wanita muslimah, tidak mementingkan hijab, atau melakukan sesuatu yang diharamkan.
     Sesungguhnya, orang-orang yang menentang jalan Allah s.a.w. mesti membayar harga penentangannya itu dan menutupi kelalaiannya dengan melakukan ketaatan kepada-Nya. Yang menciptakan kebahagiaan itu adalah Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Bagaimana kamu memohon kebahagiaan kepada selain Allah s.w.t. ? Seandainya setiap orang memiliki ketaatan, maka tidak akan ada lagi orang-orang yang sedih dan sengsara di muka bumi ini.

sumber : kitab As'ad al-Mar'ah fi al-'Alam